Mendaki ke gunung ciremai bisa dibilang pendakian yang
paling menyenangkan, menyiksa, melelahkan dan menguji mental.
Gunung
ciremai adalah gunung tertinggi di jawa barat, dengan ketinggian 3078 mdpl.
Sore itu menjelang magrib kami mulai melangkahkan kaki dengan beban carriel
dipundak masing-masing. Kami berjalan dengan beranggotakan 8 orang, 3 adalh
pendaki pengalaman dan 5 adalah pendaki pemula.
Jalan
setapak, perkebunan kopi,ladang pinus kami lalui semua, jalan tanpa henti demi
satu tujuan yaitu sampai ke puncak. Saat itu saya sebagai ketua perjalanan dan
dibantu dengan 2 parner yang sama-sama berpengalaman.
Dingin mulai menyentuh kulit dan menusuk kedalam tulang. Akhirnya kami putuskan untuk istirahan sholat magrib dan isya. setelah melaksanakan sholat berhamaah ayunan kaki kami lanjutkan kembali. sekarang menunjukkan pukul 20:00. Sambil mengecek perlengkapan perjalanan saya menyampaikan sepatah kata kepada pendaki pemula. ‘’kalau ada yang lelah jangan sungkan-sungkan untuk bicara, tenaga jangan dipaksa masih ada hari esok untuk berjuang”. Setelah semuanya sudah siap, kami mencoba melanjutkan perjalanan lagi dengan hutan yang semakin lebat dan gelap.
Dingin mulai menyentuh kulit dan menusuk kedalam tulang. Akhirnya kami putuskan untuk istirahan sholat magrib dan isya. setelah melaksanakan sholat berhamaah ayunan kaki kami lanjutkan kembali. sekarang menunjukkan pukul 20:00. Sambil mengecek perlengkapan perjalanan saya menyampaikan sepatah kata kepada pendaki pemula. ‘’kalau ada yang lelah jangan sungkan-sungkan untuk bicara, tenaga jangan dipaksa masih ada hari esok untuk berjuang”. Setelah semuanya sudah siap, kami mencoba melanjutkan perjalanan lagi dengan hutan yang semakin lebat dan gelap.
Sekarang pukul 22:30 kami rehat sejenak disebelah semak-semak hutan belantara sebelum melanjutkannya
lagi, sambil beristrahat saya juga memperhatikan kondisi dan situasi teman-teman yang perdana melakukan pendakian. karena malam semakin gelap dan malam itu juga kami belum makan akhirnya saya putuskan untuk membuka camp.
Malam itu larut dengan canda dan tawa kami bertiga..yaa guyonan anak gunung mah pasti ada2 aja..Sambil mengecek perlengkapan yang kurang, dan ternyata air minum tinggal 2 jergen lagi untuk persiapan 8 orang dengan jangka waktu 2 hari.
Malam itu larut dengan canda dan tawa kami bertiga..yaa guyonan anak gunung mah pasti ada2 aja..Sambil mengecek perlengkapan yang kurang, dan ternyata air minum tinggal 2 jergen lagi untuk persiapan 8 orang dengan jangka waktu 2 hari.
Sumber
air satu-satunya digunung ciremai melalui jalur Linggasana berada
dipos Start, jadi kalau berharap di sepanjang jalan ada mata air itu kelihatan mustahil. sambil mikir-mikir akhirnya kami bertiga putuskan untuk membaca Peta gunung Ciramai.
00:12 Kami putuskan untuk mencari sumber air yang ada digunung ini, teman yang satu ini saya suruh untuk tinggal di camp menjaga peralatan dan teman-teman perdana yang sedang terlelap tidur.
Mulailah
berguna ilmu SURVIVAL, kami berdua mencoba untuk keluar dari jalur pendakian mencari jurang ataupun rotan dan tumbuh-tumbuhan yang menyimpan banyak air,
karena kami yakin disekitar sini pasti ada air.
2:00
sampailah kami ditepih jurang, untungnya kami membawa tali dengan panjang -+10 M. berlahan kami turun kearah jurang batu tersebut.
sesampai
didasar jurang itu kami tidak menemukan air sedikit pun, namun bekas-bekas aliran air terlihat dengan jelas, dengan peralatan yang sangat sederhana dan bermodalkan nekat jalur air itu kami telusuri.
tidak jauh kami berjalan, ada genangan air yang cukup kami dapatkan, namu air tersebut sudah berubah warna akibat dedaunan yang bercampur didalamnya. meskipun warna air tersebut sudah berubah namu aroma air tersebut tidak berubah.
Tidak hanya sampai disitu, malam itu kami terus mencoba mencari air yang lebih layak lagi, namun usaha ternya tdk menghianati hasil. tdk jauh dari sumber air yang pertama terdapat mata air yang keluar dari bebatuan besar khas gunung ciremai. Meskipun mata air tersebut sangat kecil bagi kami itu adalah nikmat yang luar biasa yang tidak semua orang bisa mendapatkannya,.
yang paling utama dibutuhkan melakukan expedisi dihutan bebas adalah air, seseorang bisa bertahan 7 hari dengan minum tanpa makan, sebaliknya seseorang bisa meninggal jika dia makan namun tidak minum dalam jangka 3 hari saja.
tidak jauh kami berjalan, ada genangan air yang cukup kami dapatkan, namu air tersebut sudah berubah warna akibat dedaunan yang bercampur didalamnya. meskipun warna air tersebut sudah berubah namu aroma air tersebut tidak berubah.
Tidak hanya sampai disitu, malam itu kami terus mencoba mencari air yang lebih layak lagi, namun usaha ternya tdk menghianati hasil. tdk jauh dari sumber air yang pertama terdapat mata air yang keluar dari bebatuan besar khas gunung ciremai. Meskipun mata air tersebut sangat kecil bagi kami itu adalah nikmat yang luar biasa yang tidak semua orang bisa mendapatkannya,.
yang paling utama dibutuhkan melakukan expedisi dihutan bebas adalah air, seseorang bisa bertahan 7 hari dengan minum tanpa makan, sebaliknya seseorang bisa meninggal jika dia makan namun tidak minum dalam jangka 3 hari saja.
Botol-botolpun
kami penuhin semua dengan air, malam semakin dingin, jam menunjukkan pukul
2:50. Perjalanan pulang menaiki jurang dengan satu tali tidaklah mudah.
Sampailah kami dijalur pendakian umum,. Dibeberapa titik perjalanan, kami menyimpan air hasil malam itu untuk meringankan beban esok paginya.
Sampailah kami dijalur pendakian umum,. Dibeberapa titik perjalanan, kami menyimpan air hasil malam itu untuk meringankan beban esok paginya.
Keesokan
paginya, jam menunjukkan pukul 7:00 kami baru terbangun dari tidur yang nyenyak
karena kelelahan yang begitu sangat. Sesudah melaksanakan sholat subuh yang kesiangan, kami
berkemas, dan sebagian yang lain memasak sarapan.
8:00 kami melanjutkan perjalanan, menuju
puncak tertinggi jawa barat. Siang itu matahari sangat terik serasa membakar
kulit, namun hembusan angin dan embun yang dingin selalu mengobati dan
menyejukkan kulit.
Takterasa
kami hampir sampai dipuncak, namun untuk melanjutkan perjalanan tidak
memungkinkan. Dipuncak terlalu banyak badai, untuk mendirikan tenda
camp sangat berbahaya, diputuskanlah untuk membuka tenda disekitar tanah lapang
dikelilingin bunga edelwais, sebagai cover.
Jam
menunjukkan pukul 16:00. Perjalanan untuk bisa mencapai puncak masih memakan
waktu sekitar 30-40 menit dari tempat kami membuka camp. Semua perlengkapan
kami keluarkan, tenda dibuka dan nesting mulai dipasang. Sambil menghela napas
yang panjang, menghilangkan semua kelelahan pergi bersama hembusan angin....
Subuh
itu, jam 5:00 kami naik kepuncak ciremai untuk melihat apa yang dicari para
pendaki. perjalanan 30 menit. Sampailah kami di
puncak, menyaksikan matahari terbit dari timur dengan indahnya yang tidak akan
pernah disaksikan bagi orang yang hanya berada dikota metro politan, dengan samudra awan yang
begitu indah.
Sungguh
luar biasa sempurnahnya penciptaan ALLAH
yang tidak ada duanya. Disilah keimanan seorang muslim bertambah kalau
ia bisa mentadabburi alam yang indah ini......
sedikit cerita kami, semoga bisa bermaanfaat buat teman-teman yang mebacanya. kalau berkenan jangan lupa tinggalkan jejak komentarnya yaa..
sedikit cerita kami, semoga bisa bermaanfaat buat teman-teman yang mebacanya. kalau berkenan jangan lupa tinggalkan jejak komentarnya yaa..
Salam Lestari
0 komentar:
Posting Komentar